|
C-Section (Operasi cesar) tanpa indikasi medis akan kebutuhanya, meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas
Richard Philip
Perempuan yang menjalani pembedahan caesar (C-section) = melahirkan dg jalan operasi; berada pada risiko kematian ibu dan komplikasi serius jika operasi tidak ada indikasi medis, demiokian kesimpulan menurut WHO berdasarkan survei global.
Para peneliti menganalisis data dari 107.950 kelahiran di 122 fasilitas kesehatan dari sembilan negara Asia dan menemukan bahwa dibandingkan dengan melahirkan secara spontan vagina, C-section yang terkait dengan indeks peningkatan risiko kematian dan kesakitan ibu (didefinisikan sebagai kehadiran sekurang-kurangnya salah satu dari hal berikut : kematian ibu, masuk unit perawatan intensif, transfusi darah, histerektomi, atau ligasi arteri iliaka internal).
Peningkatan risiko dibandingkan dengan kelahiran normal adalah 2,7 kali untuk antepartum C-section tanpa indikasi medis, 10,6 kali untuk antepartum C-section dengan indikasi, 14,2 kali untuk intrapartum tanpa indikasi dan 14,5 kali untuk intrapartum dengan indikasi. [Lancet 2010 DOI: 10.1016/S0140-6736 (09) 61870-5]
"Temuan yang paling penting dari survei adalah meningkatnya risiko kematian ibu dan morbiditas yang parah ... pada wanita yang menjalani operasi caesar tanpa indikasi medis," tulis Dr A. Metin Gülmezoglu dan rekan-rekannya yang melakukan penelitian, dari departemen kesehatan reproduksi dan riset, WHO, Swiss.
"C-section yang harus dilakukan hanya bila ada indikasi medis untuk meningkatkan hasil kebaikan bagi ibu atau bayinya. Perempuan dan alasan pekerjaan mereka yang berencana untuk melakukan operasi C-section harus mendiskusikan potensi resiko untuk membuat keputusan yang tepat jika mereka masih ingin memiliki kelahiran sesar, " demikian tulisnya.
Dalam editorial tentang studi, Dr Yap-Seng Chong, dari departemen kebidanan dan ginekologi, Yong Loo Lin School of Medicine, National University of Singapore, Singapura, dan Dr Kenneth YC Kwek, dari departemen obat-obatan janin n ibu serta ketua dewan kedokteran di KK Women's and Children's Hospital, Singapura, menyatakan bahwa:
1. Risiko masuk ICU adalah 10 kali lebih mungkin untuk antepartum C-section tanpa indikasi medis dan 2. 67 kali lebih mungkin untuk intrapartum C-bagian tanpa indikasi medis dibandingkan dengan spontan kelahiran melalui vagina. "Jelas," tulis mereka, "kelahiran sesar, pada ibu dengan tidak ada masalah medis, dapat membahayakan jiwa." [Lancet 2010 DOI: 10.1016/S0140-6736 (10) 60055-4]
Kontroversi tentang tingkat ideal C-section dan tempat pilihan ibu telah berlarut-larut dan "banyak dokter kandungan telah menjadi terbiasa dengan praktek intervensi medis untuk alasan non-medis," tulis Chong dan Kwek.
Survei, yang melibatkan fasilitas kesehatan dari Kamboja, Cina, India, Jepang, Nepal, Filipina, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam, juga mengungkapkan bahwa 62 persen dari fasilitas kesehatan yang disurvei menerima insentif keuangan untuk melaksanakan caesar.
"Insentif keuangan untuk melakukan prosedur ini harus dihapus atau didibuat minimum, agar tdk merupakan ajang bisnis yg menganjurkan org agar melakukan C- section" kata Chong dan Kwek.
Dr Ravindran Jegasothy, konsultan senior dan kepala jurusan kebidanan dan ginekologi di Rumah Sakit Kuala Lumpur, Malaysia, menyatakan bahwa "tugas dokter adalah menasihati pasien dan selalu harus menyatakan fakta bahwa C-section yang 4 kali jauh lebih berisiko daripada melalui vagina adalah cukup berbahaya, seperti yang ditunjukkan oleh Cochrane database. "Dia menambahkan bahwa rencana kelahiran dan keprihatinan pasien harus ditangani sebelum persalinan dan konseling yang harus rinci dan dicatat dalam catatan.
"Apa yang harus dokter lakukan jika pasien masih meminta bedah caesar?
Salah satu harus siap untuk melakukannya atau merujuk kepada orang lain untuk pendapat kedua. Jelas, C-section tanpa indikasi tidak boleh dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan, "kata Jegasothy.
Jadi proses kelahiran yg merupkan anugrah n karunia, sebaiknya dilakukan secra natural sehingga tubuh dapt berproses secara alami dlm kehidupan ini,
Sallam,
|