Hello,,
Rokok merupakan salah satu benda yang populer saat ini, sebab, seperti yang anda katakan 60 juta rakyat indonesia bahkan lebih mengkonsumsi rokok.
Tetapi tahukah kita, bahwa di dalam asap rokok terkandung 4000 zat berbahaya untuk kesehatan. Diantaranya nikotin yang bersifat adiktif (adiktif : obat serta bahan-bahan aktif yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup dapat menyebabkan kerja biologi serta menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan dan berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus yang jika dihentikan dapat memberi efek lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa.), tar yang bersifat karsinogenik (karsinogenik:sifat mengendap dan merusak terutama pada organ paru-paru karena zat-zat yang terdapat pada rokok. Sehingga paru-paru menjadi berlubang dan menyebabkan kanker.), karbonmonoksida, dan sebagainya.
Beberapa dampak zat beracun dalam rokok :
-nikotin paling banyak terdapat pada batang dan daun tembakau, rata-rata beratnya paling tinggi 5% dari berat tembakau. Nikotin, merupakan racun saraf manjur, dan biasanya di gunakan sebagai racun serangga.
Pada suhu yang rendah,nikotin dapat di jadikan sebagai perangsang. Hal inilah salah satu yang ingin di dapatkan perokok.
Selain terdapat pada tembakau, nikotin juga banyak dijumpai di dalam famili Solanaceae termasuk tomat, terung ungu, kentang, dan selada hijau.
Nikotin dapat merangsang dan meningkatkan aktivitas, kewaspadaan, atau refleksi, kecerdasan serta daya ingat.
Namun di sisi lain, nikotin adalah racun yang dapat menangkal dan menghilangkan pengaruh berbagai macam obat, misalnya antibiotik yang digunakan sebagai obat penangkal terhadap kuman, tetapi karena terlalu banyak mengonsummsi nikotin, antibiotik tersebut gagal melakukan tugasnya menangkal kuman.
-Tar terbentuk selama pemanasan tembakau. Tar merupakan kumpulan berbagai zat kimia yang berasal dari dan tembakau sendiri, maupun yang ditambahkan dalam proses pertanian dan industri sigaret.
Tar adalah hidrokarbon aromtik polisiklik yang ada dalam asap rokok, tergolong dalam zat karsinogen, yaitu zat yang dapat menumbuhkan kanker. Kadar tar yang dikandung dalam asap rokok inilah yang berhubungan dengan risiko timbulnya kanker.
-Karbonmonoksida merupakan gas beracun yang tidak berwarna. Kandungannya di dalam asap rokok 2 – 6%. Karbonmonoksida pada paru-paru mempunyai daya pengikat (afinitas) dengan hemoglobin (Hb) sekitar 200 kali lebih kuat dari pada daya ikat oksigen (O2) dengan hemoglobin (Hb).
Dalam waktu paruh 4 – 7 jam sebanyak 10% dari Hb dapat terisi oleh karbon monoksida dalam bentuk COHb (Carboly Haemoglobin), dan akibatnya sel darah merah akan kekurangan oksigen, yang akhirnya sel tubuh akan kekurangan oksigen. Pengurangan oksigen jangka panjang dapat mengakibatkan pembluh darah akan terganggu karena menyempit dan mengeras. Bila menyerang pembuluh darah jantung, maka akan terjadi serangan jantung.
- Menghilangkan fungsi kuinin yang digunakan sebagai obat malaria, dengan banyaknya nikotin di dalam tubuh akan mempercepat penyingkiran obat kuinin tersebut dari tubuh.
- Menghilangkan fungsi teofilin sebagai obat pereda sesak nafas, yang menurut hasil penelitian, pada sebagian besar perokok akan lebih cepat menyingkirkan teofilin dibandingkan pasien yang tidak merokok.
- Menghilaangkan fungsi benzodiazepina adalah sejenis obat tidur yang berdosis sangat tinggi, namun pengaruh obat ini akan berkurang jika peminum obat tersebut adalah perokok. Itulah yang menyebabkan, dengan merokok, sebagian orang dapat tertidur hanya 2 jam dalam sehari.
Dari beberapa pernyataan di atas, dapat di simpulkan bahwa, salah satu pekerjaan yang di lakukan oleh racun-racun dalam rokok adalah, merusak sistem imun yang sebelumnya telah atau baru ada di dalam tubuh. Pengrusakan tersebut di lakukan dengan mengganti tugas dari imun tersebut menjadi tugas yang seharusnya dia hancurkan.