Hello,
Ketidak nyaman, bisa dipengaruhi oleh ketidak stabilannya flow atau peredaran darah, kelainan hormonal, keracunan, kelainan enzyma, n berbagai sebab lainya.
Bila hanya melihat pada halusinasi, curiga, sensi, dlsbnya, maka secara medis akan dibnerikan obat penenang.
Nah, persoalanya apakah dlm kondsii seperti yg anda ceritakan, sebenarnya apa yg terjadi dlm tubuh ybs, tdk ada pengukuran maupun pemeriksaan n data yg menunjang,. sementara bila acsenya adalah keracunan, maka pemberian penenang justrru menghambat detoksifikasi tubuhnya karena semuanya dibuat slow down.
Psikis atau kejiwaan dibentuk bukan dari sesuatu yg instant, mealinkan secra perlahan, bertambah n membentuknya, jadi menyelesaikanya juga bukan dg penenang, perlu keterbukaan, kerja sama dari ybs, kemauan dstnya.
Sebaliknya bila perhatian anda kepada Kak di nyatakan dg meredam kemauana sang kakak n bukan mengerti akan apa yg terjadi, maka hasilnya justru akan menimbulkan rasa terkucilkan, terabaikan dstnya.
Jadi karena kami atau lebih tepatnya saya bukan peramal, atau dewa, atau yg bisa menerawang apa yg terjadi, n informasi nya sangat minim dg yg diketahui hanay sdh ke alternative, maupun psikolog, semntara apa yg terjadi tetap tdk diketahui, maka sangat sukar merekomendasikan atau pun memberikan saran selain saran utk lebih memperhatikan dirinya dari susdut pandang sang kakak bukan dari sudut pandang anda n org lainya, sehingga sang kaka mau lebih dekat dg anada n bisa bertukar pandangan n mendiskusikan apa yg terjadi tersebut.
Sallam,