Hello,
Sebenarnya hidup seseorang perlu disimak baik sifat kedaan, kondisi n bawaanya.
Sifat2 ini kemduain saya jabarkan dg pasanganya, n memberikan kalkulasi ttg resiko masing2 yg akan ditemukan ketika pasangan mengambil keputusan utk bersatu sebagai suami n istri.
Tujuanya adalah ketika mereka secara sadar n sengaja atau tdk sengaja masing2 mengikat diri baik secara agama maupun secara hukum sebagai suami istri, maka secara sadar masing2 tau apa yg akan dihadapinya dlm persekutuan tersebut dlm mempertahankan hidup perkawinan mereka.
Perkawinan adalah bisa dinggab sebagai jungle of life, yg mana perlu mengetahui dg jelas kondisi jungle tersebut sebanyak munmgkin n dg demikian menjadi tau resiko yg akan dihadapi.
Kondisi yg anda sampikan lebih cendrung saya katakan bukan sebagai OCD tetapi kurangnya kebersamaan antara anda n suami anda.
Susahnya saya tdk tau persis ttg kondisi anda berdua sebelum nikah, bagaimana kondisi suami anda, n seperti yg saya katakan di OCD, kemungkinan kesalahan nutrisi bisa mempengaruhi tatanan hidup seseorg, sehingga susah tidur, gelisah, curigaan dlsbnya.
sementara bila psikolog yg anda cari maka mungkin saja suami anda akan mendapatkan obat penenang dibanding dg melakukan penyesuaian antara anda n suami anda.
Kemauan utk menyadari ada yg salah harusnya datang dari ybs, sementara perubahan, seperti yg disampaikan para pakar motivations barangkali bisa mulai di jalankan mulai dari anda agar suami anda tau bahwa anda care about him.
jadi apakah yg bisa dilakukan?
Ya introspeksi dimulai dari anda, baru kemudian suami anda, karena:
1. dari mana datangnya kecurigaan yg anda lukiskan sebagai topik kecurigaan berasal?
2. Adakah hal yg membuat suami anda menjadi gelisah, susah tidur?
apakah psikis atau psiko yg mempengaruhinya?
3. Bagaimana sehingga sikapnya menjadi mencari kepuasan dlm berbagai pertanyaan dlm suatu kecurigaan menunjukan bahwa suami anda masih sehat n mencari ketenangan dlm problem yg menimpanya, sehingga jawababn yg tdk menenangkan akan di cecar supaya mendaptkan kesimpulan yg baik menurut dirinya.
Demikian sedikit tanggapan saya berdasarkan apa yg anda tuliskan; dimana kendala ini bukan OCD karena gampangnya ocd adalah takut yg belebay terhadap suatu kedaan yg meskipun bisa diterima oleh penjabaran masuk akal sebagai tdk berbahaya, tapi pikiran ybs tetap pada kondisi berbahaya n menjadikanya takut secara berlebihan.
Sallam,