It appears you have not registered with our community. To register please click here ...

Author Topic: OCD terhadap HIV  (Read 907 times)  Share 

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Aug 2011
  • Posts: 4
  • Liked: 0
  • Location: padang
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Firefox 4.0 Firefox 4.0
    • View Profile
  • Profesi: unemployed
OCD terhadap HIV
« on: 03 August 2011, 02:21:40 »
Saya harap dokter dapat memberitahu cara untuk mengatasi penyakit OCD saya ini. Saya sangat tersiksa dok.
memang saya sudah berusaha mengurangi ritual2 cuci tangan dan lainya.

Tapi jika seandainya ketemu darah atau orang yang memakai handiplas saja saya langsung down dan panik. Hal seperti apakah yang bisa membuat saya sembuh total dari penyakit ini?

yang terakir kasus yang buat saya panik : digigit nyamuk dan banyak darahnya..

apakah bekas tabokan darah ditangan dapat menularkan jika kita menggosok mata setelahnya??

mohon bantuan para dokter, saya sangat sedih dok :(  hal ini sudah dari  dulu saya rasakan T_T

terima kasih sebelumnya.

  • Moderator Global
  • Top Medisianer
  • *
  • Join Date: Jan 2010
  • Posts: 1.426
  • Liked: 0
  • Location: Jakarta
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Flock 2.6.2 Flock 2.6.2
    • View Profile
    • Absolutely Drug less Health Care
  • Profesi: Naturopathy Doctor
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #1 on: 04 August 2011, 03:15:51 »
Hello,
Mengeliminasi faktor psikis yg bisa dikatakan cukup baik adalah dg mengintventarisir apa sebenarnya alasan kepanikan tadi.
Management resiko juga merupakan langkah selanjutnya;
Jadi dlm case anda, perlu diketahui, kenapa, apa kekuatiran anda terhadap darah misalnya, adakah mental trauma yg pernah terjadi, apakah resiko yg akan anda hadapi bila anda mengalami perdarahan, dstnya.

Disamping itu, karena para hormon tercinta juga mempengaruhi emossional tubuh, perlu sekali melihat dlm pengukuran berbagai kondisi tubuh anda, terutama yg mempengaruhi detak jantung.

Jadi proses dg kerja sama antara anda dg yg melakukan investigasi sangat penting, tdk hanya melihat pada gejala saja, n kemduian memberikan penenang tetapi proses, kerja n reaksi di perlukan utk mengetahui apa yg sedang terjadi n karena itu bisa dialakuakn protokol apa utk membantu memulihkanya secara fisik (jadi bukan hanya psikis)

Nah pertanyaan saya: apa maksud dari judul tulisan anda?
apakah anda merupakan simpatisan HIV atau?

Benarkah anda mengalami OCD?
apa hasil brain scanned anda?
Apa2 saja langkah yg sdh dilakukan anda selama ini?
Kondisi ini apakah sdh sejak baby?
Apa kejadian luar biasa ketika masih baby?
Bagaimana kehidupan anda se-hari2?
Bagaimana dg kehidupan keluarga anda?
Ruang lingkup kehidupan anda seperti apa?

Melihat pada kesadaran yg anda nyatakan baik dlm tulisan maupun data diri anda, bagaimana anda menemukan Medisiana?

Nah dg berbagi pertanyaan tadi, barangkali bisa lebih menyelami anda dibandingkan hanya melihat pada analisa diagnosa yg sdh baku n mulai bertindak dari sana? pada hal bisa saja bukan demikian adanya bukan?

Sallam,
« Last Edit: 04 August 2011, 05:01:06 by puyuh23 »
-- We care human as human not as sickness object. --.

"Absolutely Drug less Health Care solution Organization" ...

  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Jul 2011
  • Posts: 41
  • Liked: 0
  • Location: batam
  • Reputasi: 0
  • Gender: Female
  • OS:
  • Windows Vista/Server 2008 Windows Vista/Server 2008
  • Browser:
  • Chrome 13.0.782.107 Chrome 13.0.782.107
    • View Profile
  • Profesi: swasta
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #2 on: 04 August 2011, 04:45:00 »
Sepertinya kekhawatiran yang berlebihan terhadap virus HIV Dok.
Seperti OCD terhadap debu/kotoran (seperti Nicholas Cage di Matchstick Man)
"imperfect woman with perfect hopes"

  • Moderator Global
  • Top Medisianer
  • *
  • Join Date: Jan 2010
  • Posts: 1.426
  • Liked: 0
  • Location: Jakarta
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Flock 2.6.2 Flock 2.6.2
    • View Profile
    • Absolutely Drug less Health Care
  • Profesi: Naturopathy Doctor
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #3 on: 04 August 2011, 05:11:57 »
Hello,
Kalau memang itu yg dimaksud, maka snagat sederhana karena:
1. HIV mesti ada singgungan antara cairan tubuh
2. Cairan tubuhnya adlah cairan tubuh yg menyangkut organ seksual.
3. Mesti ada luka atau mucosa atau jaringan lunak.

jadi:
1. kalau cairan seksual kena kulit luar (bukan mucosa) n tdk ada luka, maka tdk bisa masuk
2. Bila cairan tubuh bukan cairan seksual n bukan darah ybs yg terinfeksi, misalnya kissing (ini kan antara ludah n mulut) ludah bukan cairan seksual, mulut ada mucosa nya, maka tdk ada penjangkitan
3. Kissing baru akan tertular bila yg kissing ada luka, ada darah, n yg menerima ada luka, itupun kalau HIV nya blom mati karena desinfectant nya ludah; makanya ada kemungkinan terjangkit bila peralatan gigi ndak setril, n pemboran atau rongga mulut yg akan dijangkit ada lukanya.
4. Cairan seksual berhubungan dg cairan seksual dlm hubungan seksual, maka virus sempat mencari2 mucosa utk bisa masuk, apalagi tdk bisa dijamin bahwa selama kegiatanseksual yg dilakukan tdk ada jaringan yg tdk crack atau pecah karena gesekan.
Perlu diketahui bahwa jaringan mucosa di saluran p*nis maupun Vagina, cukup halus n mudah sobek bila ybs tdk memperhatikan tubuhnya (jamur, kurangnya colagen dlsbnya)

Jadi HIV bukan herpes, yg mudah saja tetapi memilki ternt atau pre requisite tertentu baru bisa masuk dlm tubuh.

Sallam,
-- We care human as human not as sickness object. --.

"Absolutely Drug less Health Care solution Organization" ...

  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Jul 2011
  • Posts: 41
  • Liked: 0
  • Location: batam
  • Reputasi: 0
  • Gender: Female
  • OS:
  • Windows Vista/Server 2008 Windows Vista/Server 2008
  • Browser:
  • Chrome 13.0.782.107 Chrome 13.0.782.107
    • View Profile
  • Profesi: swasta
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #4 on: 04 August 2011, 05:43:06 »
Semoga dengan penjelasan ini ybs tidak takut kissing dan intercourse *joking  ???


Klo tambahan saya, dekatkan diri dengan Tuhan, menjalani pola hidup sehat semampunya and be positive ;)


easy to talk but at least we try
"imperfect woman with perfect hopes"

  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Aug 2011
  • Posts: 4
  • Liked: 0
  • Location: padang
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Flock 2.6.1 Flock 2.6.1
    • View Profile
  • Profesi: unemployed
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #5 on: 04 August 2011, 11:00:25 »
Terima kasih atas balasan dari dokter.

sebenarnya kondisi saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.

2 bulan yang lalu, saya tidak sanggup untuk keluar rumah,terlalu takut ketemu semua orang, karena saya menganggap semua orang itu HIV.

hal yang paling saya takutkan dalam pemikiran saya adalah sesuatu yang tidak logis bisa terasa nyata bagi saya setelah sempat memikirnya untuk beberapa saat dan tidak akan berhenti, bahkan terbawa sampai kealam mimpi.

Saya selalu mecuci tangan ketika memegang fasilitas umum, seperti gagang pintu,mouse  CPU, gelas ,piring dll.
ribuan kali saya tekankan pada pikiran saya untuk tidak memikirkan hal2 negativ, tapi saya tidak kuasa melawanya.
selama berbulan bulan saya tidak bersentuhan dengan orang lain (padahal dulunya saya adalah orang yang bersahabat dan ceria :( ) berbulan pula sayasedih setiap malam.

Namun itu adalah kondisi saya beberapa bulan yang lau, setelah akhirnya saya membaca artikel tentang OCD dan penanggulangannya.
Obat paling manjurnya adalah pasrah dan berfikir positiv. serta menghentikan semua ritual2 penyebab OCD tersebut.

Jujur saya bisa mengerti maksud dari tulisan tersebut, namun pada saat menjalankannya terasa begitu sulit, begitu sakit, dan begitu menyedihkan. Jadi saya ingin menceritakan yang saya hadapi untuk mendapatkan masukan mengenai apa yang harus lebih saya pahami untuk benar2 sembuh 10000% dari penyakit kejiwaan ini.

Satu lagi dok. saya baru baca2 artikel yang sedikit enenangkan saya. Tapi saya tidak begitu yakin dengan hal ini, jadi saya ingin tau pendapat dokter. artikelnya begini, HIV bisa ditularkan melalui darah jika terdapat 0,1 ml darah dala paparan. jadi kemungkinan darah atau cairan kel*m*n yang tidak sengaja berada diluar tubuh harus ada 0,1 ml untuk mampu menularkan..?

Mungkin tulisan saya sumberawut, mohon dimaafkan. otak saya berfungsi tdak begitu bagus untuk saat ini. mohon maaf  dan mohon balsan dari dokter.. Wassalam

  • Moderator
  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Jul 2011
  • Posts: 17
  • Liked: 0
  • Location: Jakarta
  • Reputasi: 0
  • Gender: Female
  • OS:
  • Windows Vista/Server 2008 Windows Vista/Server 2008
  • Browser:
  • Firefox 5.0.1 Firefox 5.0.1
    • View Profile
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #6 on: 04 August 2011, 11:04:36 »
Wah udah berapa tahun merasa begini?

Kalau boleh tahu, siapa yang mendiagnosis Anda mengidap OCD? Apakah sebelumnya Anda sudah pernah berobat ke psikiater? Jika sudah pernah berobat, bagaimana riwayat pengobatan Anda?

Kenapa saya bertanya, karena OCD merupakan gangguan mental kecemasan yang sebenarnya serius, dan tidak mudah sembarangan menegakkan diagnosis gangguan ini karena harus memenuhi berbagai macam kriteria misalnya gejala yang muncul dan durasi gejala berlangsung, dll.

Mungkin bisa ceritakan lebih banyak lagi soal keluhan Anda, misalnya sudah berapa lama, sudah pernah berobat atau belum, bagaimana kehidupan sehari-hari Anda, apakah ada pemicu yang membuat Anda takut ketularan HIV, pikiran apa saja selain tertular HIV yang membuat Anda takut..

Jika Anda belum pernah berobat, dan Anda merasa kondisi Anda sekarang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya hampir setiap hari selama lebih dari dua minggu berturut-turut Anda sampai tidak mau keluar rumah karena takut kesenggol luka orang-orang yang Anda temui di jalan, atau sampai tidak mau tidur karena takut digigit nyamuk yang Anda curigai membawa darah penderita HIV, lalu cuci tangan puluhan kali karena takut darahnya terserap ke pori-pori kulit Anda sampai-sampai Anda kehabisan waktu dan lupa tidur, telat ke sekolah/kerja hanya karena ketakutan dalam pikiran padahal Anda sendiri sadar bahwa tindakan yang Anda lakukan tidak masuk akal dan berusaha berhenti namun tidak sanggup, Anda bisa mencari bantuan profesional alias psikiater. Contoh di atas mungkin terdengar ekstrim, tapi hal ini tidak aneh di kalangan penderita OCD. Terapi yang diberikan dapat berupa terapi perilaku dan obat-obatan.

Untuk masalah ‘takut ketularan’, berarti yang penting untuk diketahui adalah bagaimana sih sebenarnya mekanisme penularan HIV? HIV dan AIDS adalah penyakit menular yang sangat populer di dunia. Jika Anda benar-benar sangat takut dan terobsesi dengan penyakit ini, saya yakin Anda sudah mencoba mencari tahu cara transmisi HIV supaya ngga ketularan. Misalnya info dari Wikipedia yang mudah diakses.

Rute transmisi dan perkiraan tertular per 10.000 kejadian yang berhubungan dengan sumber infeksi:

Transfusi darah – 90%
Ibu ke bayi – 25%
Berbagi jarum suntik pengguna narkoba – 0.67%
Jarum suntik – 0.30%
Berhubungan s*ks melalui anal (data tahun 2009 dan 2010) – 1.7%
Berhubungan s*ks normal – 0.05%
Menerima s*ks oral (pria) – 0.005%
Memberikan s*ks oral terhadap pria – 0.01%

Tentunya data ini masih dipengaruhi dengan berbagai kondisi lainnya seperti fase infeksi HIV, kondisi imun, luka di daerah kelamin, dll.

Jika dilihat berdasarkan informasi ini, penularan HIV tidak segampang itu meskipun banyak faktor lain yang memengaruhi.

Coba baca informasi berikut ini mengenai penularan HIV yang paling sering ditanyakan orang:
http://www.cdc.gov/hiv/resources/qa/transmission.htm

Coba ceritakan lebih lengkap lagi ya tentang kondisi Anda :)

  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Aug 2011
  • Posts: 4
  • Liked: 0
  • Location: padang
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Flock 2.6.1 Flock 2.6.1
    • View Profile
  • Profesi: unemployed
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #7 on: 04 August 2011, 11:24:50 »
  • Saya mengetahui OCD ini setelah baca2 artikel di internet dok, Awalnya saya tidak mengetahui apa yangterjadi pada otak dan pikiran saya. Hal ini mungkin berakar dari semenjak saya SMP sekitar11 tahun yang lalu. Dimulai dengan kebiasaan saya menghitung pagar rumah orang, atau menghitung titik air hujan yang jatuh ketanah, dan jika menoleh kekiri 3 kali maka harus menoleh kekanan 3 kali :( . Namun  hal yang terjadi ini tidak begitu mengganggu saya.
    Ketika saya kelas 3 SMA, saya menderita migraine tahunan ,kurang lebih 3,5 tahun. Migrain nya aneh dok, saya merasakan sakit kepala setiap kali merasakan kepala. Maksudnya setiap merasakan sesuatu dikepala atau kepikiran kepala, langsung deh migrainya datang :( hampir setiap minggu saya sempatkan unutk berobat ke dukun (urut). Tapi anehnya hal ini hilang begitu saja ketika dalam suatu hari ada keadaan dimana nafsu makan saya bertambah dan saya mampu untuk tertawa sendiri (tertawa yang dibuat2, namun memang terasa tertawa yang melegakan) hal hasil berat badan naik dari 56 kg jadi 70++ kg. kemudian saya sembuh total dari masalah sakit kepala, bisa dibilang dalam setahun tidak mengalami sekit kepala.
    Diawal kuliah 2004 , saya berteman akrab dengan seseorang yang ternyata sangat hobi sekali “jajan”.  Dari hal ini lah saya mulai membaca dan mencari informasi mengenai HIV, dan cukup untuk mengetahuinya.
    Ditahun2008 saya digigit seseorang, yang katanya orang tersebut merupakan pemakai narkoba. Hal ini lah pertama kali saya merasakan takut akan tertular HIV dan mulai mencari2 informasi mengenai HIV kembali ( disaat otak dan pikiran kalut ). Kemudian dalam rentang kuranglebih 2 ½  tahun saya selalu dihantui akan hal ini ( namun perilaku dan pikiran yang lain tetab normal dan tidak mengganggu aktivitas sehari2).
    Maret 2011 saya beranikan diri untuk tes HIV di sebuah RS. Dan hasilnya negative  :) …….
    Tapi malangnya yang terjadi setelah itu adalah saya tiba2 jadi over protektif dengan diri saya, pemikiran saya semakin negative. Sugesti yang muncul disaat tes HIV, perawat mengatakan saya sebagai orang yang bekerja dirumah sakit terpaksa menganggap semua orang terkena HIV, karna kita tidak bisa mengetahui seorang itu positive tanpa di tes. Hal inilah yang membuat saya tidak percaya sama semnua orang (takut).
    Seperti contoh extrim yang dokter berikan diatas, saya juga punya contoh yang tidak kalah gilanya.
    1.       Jika belanja diwarung , saya akan membiarkan barang tersebut diatas meja hingga 30menit sampai 1 jam diatas meja bersama uang kembalian. Dan kemudian saya mencuci tangan  yang mana sebelum cuci tangan saya juga harus jaga2 gagang pintu dan tutup kran air. Lucu nya disini setelah selesai menghidupkan kran air, saya harus mematikannya dengan ujung sendok yang mana sendok nya juga saya cuci saat air kran hidup.jadi saya tidak kontak langsung dengan kran. Yang saya takutkan disini adalah walaupun tangan saya tidak luka, namun saya takut jika secara tidak sengaja saya menyentuh mata dan menggaruk sesuatu yang gatal (pada bulan april sampai mei, saya selalu merasakan gatal disekitar badan saya).
    2.[/size]       Saya takut memegang mouse CPU setelah dipakai orang lain, kecuali anak2 ( kebetulan saya punya net)
    3.[/size]       Saya takut berbica dengan orang lain, karena entah mengapa setiap saat saya merasa ada air yang  muncrat kemuka atau kemata saya. Memang tidak bisa menular dari air liur, namun negative yang ada diotak saya adlah bagaimana jika orang tersebut gusi berdarah :( (malangnya saya) sugesti tersebut sangat sulit saya lawan.
    4.[/size]       Jika membawa motor, saya selalu make helm tertutup rapat. Takut jika ada orang lain meludah di luar kaca mobilnya (pernah saya dapati) atau darah orang yang berada dimobil depan, serta jika dijalan ada air tergenang saya takut itu adalah darah bekas kecelakan.
    5.[/size]       Menabok nyamuk yang telah kenyang makan darah, yang saya takutkandarah yang berada ditangan  tidak sengaja saya gosok kemata, atau saya merokok setelahnya.
    6.[/size]       Duduk di bangku sekas orang lain. Takut ada darah atau cairan s*ks**lnya.
    T_T T_T sebenarnya saya akan bekerja sebagai Medrep disebuah perusahaan, dan hal ini mewajibkan untuk pergi kerumah sakit setiap hari dan duduk dibangku bekas orang lain disaat mempresentasikan obat kepada dokter, Saya jadi ragu untuk mengambil pekerjaan ini T_T.
     
    7, takut belanja jika orang tersebut memakai handiplas ditangannya. Pernah saya baru menyadarinya setelah selesai makan disebuah restoran, ahhhh hal ini buat saya gila untuk beberapa hari.
     
    Begitulah kira2 yang saya hadapi..
     
    Namun setelah berusaha melawan semua pikiran negative dan menghentikan ritual2 yang menyiksa ternyata masih ada beberapa hal yang belum rampung dalam pikiran saya yang mana jika seandainya saya sudah merasa sembuh 90% tapi 10 % nya tetap menyiksa hati dan perasaan.
     
    Setelah membaca persentase transmisi dari dokter saya agak merasa tenang.
     
    Namun entah kenapa belum merasa 1000000% sembuh.walau saya belum pernah berobat.
    Saya harap dokter bias memberikan masukan yang lebih berarti untuk kesembuhan saya.
     
    Terima kasih atas tanggapannya saya ucapkan ribuan terima kasih.
     
     
« Last Edit: 04 August 2011, 12:26:25 by tauva »

  • Moderator Global
  • Top Medisianer
  • *
  • Join Date: Jan 2010
  • Posts: 1.426
  • Liked: 0
  • Location: Jakarta
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Flock 2.6.2 Flock 2.6.2
    • View Profile
    • Absolutely Drug less Health Care
  • Profesi: Naturopathy Doctor
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #8 on: 05 August 2011, 02:57:57 »
Quote
Ketika saya kelas 3 SMA, saya menderita migraine tahunan ,kurang lebih 3,5 tahun. Migrain nya aneh dok, saya merasakan sakit kepala setiap kali merasakan kepala. Maksudnya setiap merasakan sesuatu dikepala atau kepikiran kepala, langsung deh migrainya datang :(

Ini yg saya katakan pada permulaan jawaban saya sebagai:

Disamping itu, karena para hormon tercinta juga mempengaruhi emossional tubuh, perlu sekali melihat dlm pengukuran berbagai kondisi tubuh anda, terutama yg mempengaruhi detak jantung.Jadi proses dg kerja sama antara anda dg yg melakukan investigasi sangat penting, tdk hanya melihat pada gejala saja, n kemudian memberikan penenang tetapi proses, kerja n reaksi di perlukan utk mengetahui apa yg sedang terjadi n karena itu bisa dialakuakn protokol apa utk membantu memulihkanya secara fisik (jadi bukan hanya psikis)

Mungkin anda berpikir info ini tdk ada kaitanya n tdk penting dlm menganalisa persoalan yg terjadi, tetapi bisa saya katakan justru hal ini bisa menajdi titik tolak penjabaran masalah; karena apa?
Migrane tdk terjadi dg seenaknya tanpa ada yg salah, lalu apakah ada kerusakan yg ditimbulkan dari hal itu? bagaimana kelanjutanaya? apakah hilangnya migraene karena benar2 hilang masalah atau justru menjadi masalah lain yg terjadi pada tubuh anda?

Jadi proses terjadinya, pemicu kini, faktor2 yg membuat anda tdk menjadi yakin dg tubuh anda sendiri, perlu dicari n dieliminir dg baik n benar.
Hal sederhana saja, bila anda merasa yakin anda sehat, anda punya cell2 immunitas yg super, anda sangat jarang sakit, maka anda akan jauh lebih PD n melupakan semua proteksi yg anda lakukan sehingga anda merasa anda memilki masalah OCD bukan?

Sallam,
-- We care human as human not as sickness object. --.

"Absolutely Drug less Health Care solution Organization" ...

  • Moderator
  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Jul 2011
  • Posts: 17
  • Liked: 0
  • Location: Jakarta
  • Reputasi: 0
  • Gender: Female
  • OS:
  • BlackBerry 9000 BlackBerry 9000
  • Browser:
  • Unknown Unknown
    • View Profile
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #9 on: 05 August 2011, 06:07:50 »
Kalo diliat dari ceritanya kayanya udah bertahun2 ya kondisinya..

Sebenernya untuk diagnosis OCD ga bisa hanya berdasarkan cari info internet saja, karena pasti akan terkena 'information overload' dari berbagai sumber yang belum tentu benar. Seperti yang udah saya tulis sebelumnya, diagnosis penyakit jiwa itu ga gampang, tapi harus melalui pemeriksaan lengkap dan tatap muka langsung dengan dokter. Bahkan pemberian saran lewat forum seperti ini juga ga cukup untuk memastikan apakah bapak benar2 terkena OCD, mungkin saja bapak hanya memiliki ciri kepribadian OCD belum ada gangguan atau justru ada tambahan penyakit lainnya.

Hal lain yang penting, apakah bapak pernah menceritakan kondisi ini kepada orang lain, dengan keluarga misalnya? Bagaimana tanggapan mereka? Apakah mendukung bapak untuk menghilangkan kondisi ini?

Jika sudah mencoba bercerita dan mendapat bantuan dari mereka tapi kondisi bapak begini terus bertahun2, sudah coba self-help tapi ga sembuh2 bahkan sampai merasa ga bisa keluar rumah dan takut sama job desc calon pekerjaan bapak, tidak ada salahnya bapak berobat ke dokter. Dari pertemuan itu nantinya akan jelas apa sebenarnya yang bapak alami.

Btw kenapa bapak memutuskan bekerja sebagai medrep ya, kan sebelumnya bapak pasti sudah tahu kalau medrep itu kerjanya di sekitar rumah sakit.. Apa mungkin kadang2 gejala ini hilang timbul sampai bapak 'berani' memutuskan bekerja sebagai medrep?

  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Aug 2011
  • Posts: 4
  • Liked: 0
  • Location: padang
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Flock 2.6.1 Flock 2.6.1
    • View Profile
  • Profesi: unemployed
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #10 on: 05 August 2011, 01:46:08 »
Sekarang ini saya sudah agak baikan, Saya telah bercerita pada orang terdekat saya (pacar). keluarga tidak dok soalnya saya takut nanti dikira melakukan hal macam2, kebetulan kakak saya juga dokter saat saya coba2 bertanya mengenai HIV responya sinis dan sepertinya tidak mau berbicara amengenai itu, makanya saya tidak memberi tau keluarga akan akondisi saya.

kondisi saya sekarang :

1. Saya sudah berani memegang fasilitas umum dan tidak mencuci tangan. Awalnya memang sangat susahmenerapkanya , karena sesudah memegang fasilitas umum dan tidak cuci tangan, maka pikiran saya selalu di hantui ketakutan akan tertular penyakit HIV,terjadi gejolak diotak dan perasaan saya, tidak bisa tidur, tidak nafsu makan (4 bulan lalu berat badan saya 74 kg, sekarang 64kg).  Jadi cara saya mengatasi semua perasaan takut itu hanya berusaha untuk tidur,karena setelah terbangun tidur otak saya pikirannya agak bersahaabat. Maka mulailah saya berfikir positif dengan melihat tingkah laku teman2 satu rumah, berfikir apa yang saya lakukan dulu sebelum saya merasakan gangguan ini, dan aberfikir pasrah, sugesti nya seperti ini ( Pasrah aja lagi, kalo memang terjadi mau diapain lagi, kan udah terjadi, keadaannya sudah terlewati, kalo diingat2 dulunya setelah melakukan hal ini aku tetap tenang dan gada mikirin yang aneh2 , trus setelah tes kan hasilnya negativ, dan kalo mau mastiin nanti saja 3 bulan lagi ikuti tes lagi........) begitu setiap hari saya coba melawanya dok. hingga urusan memegang fasilitas umum  terselesaikan, dan otak saya lama kelamaan tidak memicu untuk memikirkan yang menyedihkan setelah saya memegang fasilitas umum tanpa cuci tangan.

Hal itu berkembang sampai bersosialisasi dengan orang lain, saya sudah tidak was was salaman, senggolan, atau berbicara sama orang lain. Berdasarkan hal itulah saya merasa sudah sangat terbantu atau sudah merasa lega dari sebelumnya.

Namun masih tidak 100% dok T___T . Dibeberapa kasus yang datangnya tiba2 di otak saya, sekarang masih merasakan tidak tenang. contohnya seperti ini, ketika saya pergi ke WC, tentunya dengan PD dan tidak ada pikiran negativ. tiba2 saya down saat  karna melihat air bekas kobokan terlihat cairan, tentunya bukan air. Saya tidak tau itu cairan apa.... hal ini lah yang kerap mengganggu saya, menghantui pikiran saya. ( saya harus tau itu cairan apa ) mungkin karna minim ilmu yang saya punya menyebabkan saya masih tidak tenang. jadi nanti ada pertanyaan yang saya ahrap dokter mau membantu saya untuk menjawabnya.

mengenai alsan saya mengam bil pekerjaan sebagai medrep, dikarenakan saya tidak mendapatkan pekerjaan yang lain (jur, eksakta, lapangan kerja kecil dok). Dan dikarenakan saya ingin total menghilangkan akecemasan saya ini, dengan mencoba hal itu, dengan membuktikan hasil nya setelah beberapa bulan saya lewati ( tes HIV).


Jadi saya punya pertanyaan yang belum bisa saya jawab sampai sekarang dok.

1. Jika saya melihat sesuatu yang pastinya bukan air dibak penampungan air mandi, indikasinya seh bisa ingus, atau sperma ( itulah yang tergambar di otak saya) apa yang harus saya lakukan?
Dan jika saya menyadarinya setelah amemakai air tersebut, apa yang harus saya pikirkan untuk menenangkan pikiransaya?

2. Apa benar itu adalah cairan sperma? saya harapkan penjelasan dokter mengenai bentuk dan kondisi sperma jika sudah berada di air,mohon gambaranya dok...

Sekali lagi terima kasih atas tanggapan dokter2 di forum ini.

NB: Saat saya membaca kisah2 orang yang memiliki OCD, saya semakin menyadari  itu semua hanya kebohongan dari otak kita. Namun butuh segudang alasan untuk menenangkan hati dan pikiran. karena sesuatu yang omongkosong bisa terasa nyata di pikiran ku..


  • Moderator
  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Jul 2011
  • Posts: 17
  • Liked: 0
  • Location: Jakarta
  • Reputasi: 0
  • Gender: Female
  • OS:
  • Windows Vista/Server 2008 Windows Vista/Server 2008
  • Browser:
  • Firefox 5.0.1 Firefox 5.0.1
    • View Profile
Re: OCD terhadap HIV
« Reply #11 on: 06 August 2011, 10:33:48 »
Menurut saya, selain bercerita ke pacar, lebih baik bapak bercerita ke keluarga bapak. Mungkin bisa dimulai dengan bercerita ke kakak bapak yang seorang dokter. Mungkin selama ini ia tidak menganggap serius masalah bapak, tapi saya rasa kalau bapak menyampaikan dengan benar-benar serius dan meminta 'pertolongan medis' dengan serius juga, saya yakin pasti kakak bapak mau mengerti dan membantu. Mungkin sebelum bercerita bapak sudah merasa takut atau nantinya bakal dicap aneh2. Apalagi kalau dari awal respon yang bapak dapat sudah tidak mengenakkan jadi bapak makin merasa tidak nyaman bercerita. Coba berpikir begini: bapak sangat terganggu dengan kondisi ini dan sangat tidak tahan, bapak membutuhkan pertolongan orang lain terutama keluarga. Dengan mindset 'saya ngga mau begini terus jadi saya harus ceritakan masalah ini supaya mendapat bantuan dan dukungan', pasti bapak tidak akan segan lagi minta bantuan keluarga dan mencari jalan keluar bersama-sama.

Soal pertanyaan bapak, masalahnya bukan bagaimana cara membedakan sperma/ingus/cairan lainnya dari air, tapi psikologis bapak yang harus diatasi. Lagipula saya yakin mereka yang bukan penderita OCD juga pasti jijik dan ngga bakal mau make air yang secara makroskopis aja udah keliatan kotor  ;D

Singkatnya, kalau bapak merasa self-help bisa membantu, teruskan saja. Jangan lupa ceritakan ke keluarga juga soal masalah ini, karena dukungan orang terdekat sangat membantu. Jika makin parah dan tidak terkendali padahal sudah mencoba berbagai cara self-help, sudah dibantu pacar dan keluarga, tapi  pekerjaan dan kehidupan sosial bapak makin terganggu dan tambah parah, tidak ada salahnya bapak berobat ke psikiater.