salam hormat,
terimakasih buat artikel dan kesempatan mendapatkan informasi medisnya,
saya ada teman yg didiagnosis aorta disection dan sdh dioperasi untuk memperbaiki keadaan tsb sekitar 5thn yl. namun ada penolakan tubuh yg terus terjadi pada pemasangan kawat pengikat tulang dadanya paska operasi yg membuat dia berkali kali diterapi antibiotik, bahkan setelah dilakukan operasi ulang guna penggantian bahan kawatnya sekaligus pembersihan pada bagian yg disinyalir tempat berkumpulnya bakteri disekitar kawat lama.
akhir akhir ini, kurun waktu sebulan ini, dia kumat lagi, sering demam, hingga 39C, sulit/gak nafsu makan hingga berjalan hampir sebulan ini sampai BBnya turun 8kg, HBnya jg ikut turun tinggal 4 sehingga ditransfusi sampai 6kantung untuk mencapai HB9. saat ini dia enggan minum antibiotik lg karena lambungnya semakin bermasalah dan hanya mengandalkan suplemen madu, royal jelly, agaragar, dan minum syrup.
yg ingin saya tanyakan, apakah hal yg wajar hasil tes resistensi antibiotika pada kultur bakteri bisa berubah dari waktu kewaktu, misal dulu antibiotik A dinyatakan resisten, namun pd tes bbrp bulan berikutnya, menjadi dinyatakan sensitif? (jenis kumannya sama, pseudomonas sp)
selain itu adakah pendapat/cara dari dokter bagaimana menjaga asupan nutrisi yg paling efektif pd pasien yg tdk ada nafsu makan, sulit menelan makanan, sesekali masih demam, juga diare? cukupkah dgn suplemen diatas ditambah oralit? dalam sebulan ini sudah 2x keluar masuk/rawat inap dirumahsakit).
demikian dokter diharap dapat membantu memperbaiki keadaan teman saya (wanita, 39thn, 1anak)
terimakasih.