Hello,
Anak2, ada bebrapa faktor dg kelakuanya:
1. karena adanya gangguan, misalnya dlm kasus anda kalau anda katakan sdh dilihat, apa yg anda lihat? bagaimana melihatnya? apakjah menggunakan kaca pembesar, atau melihat dg mata telanjang?
Iritasi ringan merangsang berkedipan, tdk merah tetapi ada yg seolah mengganjal sehingga dia berkedip, tdk berair, tdk juga merah, kecuali nanti kalau sdh di kucvek baru memerah, jadi guanakn air bersih pH 7, dg sedimen sangat rendah atau gunakan literss air mata buatan, n gunakn utk mencuci mata tadi dg bebrapa tetes n berulang n lihat kelanjutanya apakah frekwensinya berkurang?
Kendla lain adalah tanpa sengaja matanya kejedut n mensisakan sakit yg membuat ia berkedip.
2. Karena ingin meniru, nah dlm kasus anda sang anak meniru ponakn, om, tante, atau barangkali baby sitter dstnya yg berkedip, lama2 jadi terbiasa berkedip walau tdk ada apa2.
3. Selama anak bersih, tdk bereurusan dg tanah, baik melalui makanan, maupun minuman atau tangan, maka kemungkinan mengalami cacingan menajdi sangat amat tdk mungkin.
Artinya, tdk perlu minum obat mengracuni sang cacing yg juga mneracuni sang anak secara tdk langsung bukan?
Jadi peorhatikan kehidupan sang anak, bila tdk ada singgungan, dg binatang, tanah, dll yg terkontaminasi, maka tdk perlu, n lebih cendrung utk memperhatikan 2 hal sebelum hal ke 3 ttg cacing tersebut.
Juga ada kendal lain dari cacingan misalnya buncit, kurus, rambut kusam dstnya, jadi tdk sematya2 mata berkedip lalu cacingan n mesti minum obat cacing.
4. Berkedip berbeda dg berkedut, bila berkedut maka kontrol syaraf kelihatanya berpengaruh n yg ini kemudian perlu melihat bahan2 makanan yg memberikan efek kontrol syaraf tadi.
Sallam,