Baiklah saya ceritakan pengalaman saya utk pertimbangan anda sbb:
Istri saya adalah seorg dokter umum, sementara saya seorg Doctor Naturopathy, sdh jelas.
Ketika anak masih kuliah n tinggalnya diBandung, anak sering terbatuk2, n berdehek2, yg kemudian karena di snag anak ke ibunya lalu dg sigap sang ibu melakukan pemeriksaan dg rontgent, n berkonsultasi dg temanya dokter paru specialist.
Hasilnya katanya TBC.
Nah karena SOP dokter kalau hasil mendukung pemeriksaan adalah TB, maka prosedural memebrikan obat Tb langsung dijalankan, tanpa pemeriksaan yg lainya (ada pengalaman lainya juga yg sama).
Nah si anak kemduain mengikuti 3 bulan, lalu 6 bulan, n terakir mau di 12 bulankan karena tdk ada perkembangan n hasilnya sama saja.
lalu karena say Bapaknya, n dia datang ke saya utk bertanya, saya melakukan investigasi lengkap sampai ke indekosanya.
Hasilnya kamar indekosnya terletak pada sebelahnya kar mandi, sinar matahari baik pagi n soreh terhalang oleh kamar mandi, n ruang sebelahnya, masuk dlm kamar terasa bau lembab.
Lalu saya instruklsikan utk pindah ke kamar yg satunya yg bila soreh ada sinar matahari yg masuk.
Anak saya suruh rontgent dg pengalaman hasil rontgent = nyata tulang rusuk pada mulanya, n kemudian diulang oleh lab dg tanpa bayar setelah keberatan saya bahwa saya tdk bisa membaca hasil image parunya, walau radiolog lab katanya bisa baca.
Protokol saya jalankan sbb:
Obat TB saya hentikan,
saya berikan detoksifikasi agar bisa dibuang racun akibat obat TB.
Saya naikan immunitasnya n mencanangkan agar tubuhnya perlu kena sinar matahari setiap paginya.
Vitamin mineral saya lengkapi melihat dari pola makan, minum n tidurnya.
maka dlm 3 bulan anak kemabli normal tanpa flek pada hasil rontgent nya.
Disini terlihat bahwa protokol yg mesti dijalankan perlu berbagai hal; baik yg terlibat langsung dg tubuhnya, maupun yg menjadi pendukung tubuhnya (dlm hal ini pindah kamar, jemuran)
maka utk kasus anda, saat ini saya tdk bisa memebrikan saran harus berhenti, atau harus terus, hanya berdasarkan apa yg anda sampiakan, karena penghentian obat TB misalnya p[erlu di jalankan dg prosedural detoksifikasi n menaikan stamina tubuh serta immunitasnya.
jadi yg bisa dilakukan adalah melakukan investigasi dulu, apa yg sebenarnya terjadi, memperbaiki yg salah, n kemauian memperbaiki tubuh yg lemah tadi.
Kalau kucuk2 dg keluhan anda, tanpa mengetahui dg jelas apa yg terjadi langsung saya berikan harus melakukan apa?, maka berarti saya melangkahi kode etik saya sendiri
Bisa anda baca pada:
http://www.medisiana.web.id/pengumuman-admin/mobile-web/msg1739/#new=mobile web
Dg link didalamnya.
Sallam,