Gampangnya begini.
ambil kantong plastik lalu isi dg air yg anda anggab bersih,
tukar setaiap hari tanpa mencuci kantungnya.
Lalu suatu hari anda keringkan kantungnya maka anda akan melihat endapan putih di kantung.
Nah di ginjal, kurang lebih bila di lewati dg air yg penuh dg sediment, maka akan ada endapan kapur disana, apalagi kalau ybs tdk melakukan hal2 yg membantu seperti lari, lompat, naik turun tangga maka endapan akan lebih mudah terjadi seperti seolah kantung palstik yg di diisi air tanpa di kocok2.
Nah gerakan2 seperti lari, kayang, sit up, naik turun tangga sebenarnya seolah mengocok2 ginjal agar endapan yg terjadi bisa lepas dari dinding ginjal, n keluar setelah berbaur dg air yg akan dikeluarkan lewat saluran air seni.
Itulah kenapa dianjurkan bagi masayrakat kota agar meminum air yg TDS nya sangat kecil agar ikut memelihara kemungkinan terjadinya endapan.
Prosesnya sebenarnya tdk sesederhana digambarkan seperti diatas, tetapi saya pikir akan lebih mudah memahaminya.
Jadi endapan demi endapan akirnya akan membentuk batu yg agak besar sehingga menajdi sukar utk di keluarkan n membutuhkan operasi atau digetarkan dg ultrasonic wave.
Demikian, semoga bisa dimengerti.
Sallam,