It appears you have not registered with our community. To register please click here ...

Penulis Topik: [help] ask..jumlah bakteri tbc dalam dahak penderita tbc  (Dibaca 3110 kali)  Share 

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline dirvi

  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Agu 2011
  • Tulisan: 1
  • Liked: 0
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Pria
  • OS:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Browser:
  • Firefox 5.0 Firefox 5.0
  • Profesi: mahasiswa
[help] ask..jumlah bakteri tbc dalam dahak penderita tbc
« pada: 10 Agustus 2011, 03:36:46 »
MOHON MAAF SEBELUMNYA SAAT INI SAYA LG menyelesaikan tesis saya..kebetulan saya jurusan teknik elektronika...namun tesis saya berhubungan dengan kesehatan trutama tentang penyakit tbc...dalam hal ini saya mohon infonya yaitu mengenai jumlah bakteri yg terdapat dalam dahak untuk menentukan kondisi pasien tersebut..saya ingin mengetahui pembagian kondisi paise tbc berdasarkan jumlah bakteri yg terdapat setelah mdilakukan pemeriksaan dahak..mohon disertakan sumbernya agar saya bisa masukan sebagai dasar teori..bagi rekan2 yg sedang melakukan penelitian tentang tbc sudi kiranya untuk berdiskusi..

Offline puyuh23

  • Moderator Global
  • Medisianer Mania
  • *
  • Join Date: Jan 2010
  • Tulisan: 1.788
  • Liked: 0
  • Lokasi: Jakarta
  • Reputasi: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • OS:
  • Windows XP Windows XP
  • Browser:
  • Flock 2.6.2 Flock 2.6.2
    • Absolutely Drug less Health Care
  • Profesi: Naturopathy Doctor
Re: [help] ask..jumlah bakteri tbc dalam dahak penderita tbc
« Jawab #1 pada: 11 Agustus 2011, 05:29:36 »
Hello,
Topik anda saya pindahkan disini karena tdk ada keterkaitan pertanyaan ttg penyakit, melainkan lebih kepada proses pengecekanya.

Begini.
Saya ndak jelas apa yg anda mau, karena utk pengecekan bacteria, pada intinya dideteksi ada n tdknya bacteria pada dahak bukan pada ludah jadi ludah bercampur dahak ya bisa.
Jumlahnya pun di biakan jadi tdk dg serta merta, ambil dahak lalu di check ada n tdk nya melainkan di biakan dulu, sdh cukup banyak baru dilakukan investigasi ada n tdk nya.

Nah apa yg anda lakukan saya tdk tau karena tdk ada detektor segampang misalnya elektroforesis yg hanya melihat perpindahan potensial yg terjadi;
yg dilakukan adalah bentuk microscopy yg dilihat dlm bantuan bahan tertentu agar berubah warna n berbentuk koloni sehingga mudah dibaca.

perhatikan gambar sbb:
Streptococcus mutans Gram copy right Wikipedia, free encyclopedia
Kebayangkah dalam panjang 10 micrometer grafikal terlihat hanya secuit?

Nah khusus utk TBC, karena proses berbiaknya bateria ini yg lama, maka ditempuh jalan pengenalan secara microscopy.

Penggunaan bahan acid-fast stain sebagai pengenal usapan dahak pada kaca periksa microscope kemudian membuat starin atau kuman atau bacteria Mycobacterium tuberculosis menjadi terlihat dg cukup jelas.

maka dlm 24 jam 1, lab bisa mengatakan bahwa ada TB pada pemeriksaan dahak sang patient.

Perhatikan gambar hasil microscope ini:


myobacterium tuberculosis smear

Nah sekarang dg melihat ada n tdk saja sdh sukar harus dg acid fast stain identification menggunakan microscope, apakah gampang menghitung jumlahnya bacteria dlm dahak atau ludah??? (lihat gambar diatas)

Selanjutnya sisa dahak yg belum terpakai kemudian di biakan dlm ruangan khusus dg tempat khusus, agar tdk mati n bisa berbiak.
Pembiakan kemudian baru akan menampakan hasil sekitar 2 mingguan n barulah bisa dideteksi oleh mesin2 pendeteksi.

Jadi tdk sesimpel seolah anda hanya mendeteksi pH ludah misalnya yg hanya menggunakan bimetal n mendeteksi beda potensial antara kedua metal disertai linearizaztion circuits utk mengkalibrasi pH nya.

jadi bagaimana anda mendeteksi jumlah bacterianya?

Semitsal anda menggunakan gram stain (pengubah warna gram postive / purple n gram negative stain /red) secra visual pun perlu microscope n camera serta multi media by pixel detection in real time a/d converter (sorry agak technical) utk bisa mendeteksi, mengumpulkan n meng count jumlah koloni yg terjadi kemudian memperkirakan jumlah nya dg membagi patern filed ke perkiraan jumlah stain dlm koloni yg terlihat per mm2 atau mungkin lebih tepatnya sekian per micro meter persegi.
Sekali lagi perhatikan gambar yg ditampilkan diatas: myobacterium tuberculosis smear
Perhatikan ketebalan n tipisnya hasil smear yg berwarna purple, intensitas yg tebal tentunya lebih banyak stain disana bukan?
So??? bisa? ???

By the way, tdk salah memang kalau anda mau mengcount jumlah bacteria didalam dahak atau ludah, tapi coba perhatikan grafikal ini yg dilakukan dg cara culture:

TABLE 1. BACTERIA ISOLATED BY CULTURE FROM THE SPUTUM OF ADULT PATIENTS WITH CYSTIC FIBROSIS
Anaerobic Isolates

Aerobic Isolates

Genera*
No. Isolates
No. Patients
Genera
No. Isolates
No. Patients

Prevotella
20
11
Pseudomonas
51
28
Actinomyces
9
8
B. cepacia complex
4
4
Veillonella
8
7
Rothia
30
17
Propionibacterium
7
7
Streptococcus
27
19
Peptostreptococcus
2
2
Staphylococcus
23
20
Bulleidia
2
2
Micrococcus
4
3
Bifidobacterium
2
1
Nessieria
4
4
Gemella
2
2
Bacillus
3
3
Lactobacillus
2
2
Escherichia
3
2
Fusobacterium
1
1
Stenotrophomonas
2
1
Clostridium
1
1
Staphylococcus
2
2
Streptococcus
19
13
Rothia
1
1
Total
78
151
* Examples of species detected: Staphylococcus (aerobic: aureus, hominis, epidermidis; anaerobic: saccharolyticus); Streptococcus (aerobic: salivarius, mitis, oralis; anaerobic: thermophilus, sanguinis, parasanguinis); Rothia (dentocariosa); Prevotella (salivae, corporis, melaninogenica, disiens); Actinomyces (odontolyticus); Veillonella (atypica, dispar).

Pengerjaan tabel ini dilakukan dg data sbb:
Isolasi dan Identifikasi Bakteri dalam dahak dari pasien dengan CF Sebanyak 66 sampel sputum diambil dari 50 pasien dengan CF yang diberikan antara satu dan empat masing-masing sampel dahak.

 Bakteri anaerob diisolasi dalam jumlah tinggi (didefinisikan sebagai 104 ≤ n ≤ 9 x 107 cfu / g dahak) dari 42 dari 66 (64%) sampel, mewakili 33 dari 50 (66%) pasien (lihat Tabel E1).

 Identifikasi anaerob terisolasi diturunkan 14 genera yang berbeda dengan mereka di Prevotella genera, Veillonella, Propionibacterium, dan Actinomyces yang paling sering diisolasi (Tabel 1).

Dari 14 genus, 3 genera (Streptococcus, Rothia, dan Staphylococcus) diketahui mengandung anggota aerobik dan microaerotolerant, dengan genera yang tersisa mengandung anaerob obligat atau fakultatif. Spesies Staphylococcus diidentifikasi, S. saccharolyticus, adalah anaerobik (23, 24) dan karenanya hanya mereka isolat di Streptococcus marga dan Rothia dianggap microaerotolerant.

Oleh karena itu, wajib atau fakultatif anaerob bakteri diisolasi dari 37 dari 66 (56%) sampel sputum, yang mewakili 28 dari 50 (56%) dari pasien yang diperiksa (lihat Tabel E1). Bakteri aerobik diisolasi dari semua sampel dahak, identifikasi ini menunjukkan 10 aerob genera yang berbeda, dengan P. aeruginosa dan bakteri di Staphylococcus genera, Streptococcus, dan yang paling sering diisolasi RothiaListenRead phoneticallyRate translation data ini diambil dari: [size=-1]American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine Vol 177. pp. 995-1001, (2008)

[/size]Pertanyaanya, kenapa saya sampaikan hal ini?
maksudnya supaya anda punya bayangan lebih lengkap ttg apa yg akan anda lakukan, bagaimana mengubahnya kedalam bentuk electronica akan apa yg mau di deteksi, diperiksa didapat n dikembangkan.

Atau anda punya detector yg bisa mengcount bacteria tertentu?
Bila ya, bisa di share disini cara kerjanya, nanti bisa saya bantu, karena saya juga suka akan technology terutama yg membantu manusia :D
OKkay?

Sallam,
« Edit Terakhir: 11 Agustus 2011, 06:08:48 oleh puyuh23 »