Hello,
Saya mau ajak anda ke peninjauan 2 macam persoalan, sebelum kita bahas ttg bau tak sedap ini.
I. Pernah kah anda membuat ikan asin?
Kalau belum pernah mari kitra sama2 tinjau proses n pembuatannya sbb:
1. Ikan terutama ikan laut, biar bagaimana tentu ada bau air lautnya yg khas, kemudian ikan tadi yg masih segar kita potong, cuci n diberi garam kemudian dijemur dg panas yg kencang pada sinar matahari, dlm bebrapa hari, anda akan mendapatkan ikan asin yg segar karena dari ikan segar, dg rasa n bau yg khas tanpa bau busuk.
Nah bagaimana kalau proses nya kita rubah?
2. Kita ambil ikan yg kemduian dibiarkan membusuk, tdk segar baru kita olah dg memebrikan garam n di jemur agar menjadi ikan asin?
maka hasilnya benar kita dapat ikan asin dg bentuk yg hampir sama, agak lembek daging nya tetapi juga baunya busuk tdk harum seperti ikan asin yg 1 tadi.
Persoalanya kenapa demikian?
1. ikan tadi belum ada bacteria pembusuk karena masih segar, bersih, sehat n baik, sehingga ketika di lakukan proses pengasinana diperoileh ikan dg kwalitas yg baik, meski asin tetapi segar, keras, kenal dg texcture yg baik karena bacteria pembusuk tdk sempat berkembang di daging tersebut.
2 Sebaliknya bateria pembusuk sdh di biarkan berkembang karena yg anda ambil sebagai bahan pembuat ikan asin, adalah ikan yg sempat dikembangin dg bacteria yg membuat busk sebagian daging ikan sebelum anda buat jadi ikan asin.
Inti dari ilustrasi ini sebenarnya adalah bacteria pembusuk ada dimana2, tergantung tempat ia bisa berkembang akan menjadikan sekelilingnya menjadi busuk, atau langkah yg kita ambil utk memperbaiki kondisi utk tdk menjadikan bacteria tersebut berkembang dg baik.
II. Pernahkah anda menyimpan air dlm botol, n kemudian karena botol yg kurang bersih, menjadikan air tadi berbau?
nah kondisi ilustrasi ini menujukan bahwa bila suatu kondisi dimana dimungkinkan berkembangnya bacteria pembusuk, maka walaupun simpanan kita adalah banarng yg bersih dlm hal ini air, tetapi karena botolnya memungkinakan berkembangnya bacteria, air tadi bisa menajdi busuk.
Dari dua peninjauan diatas, kita bisa membuat environment yg menunjang sehingga terjadi pembusukan meskipun itu air sekalipun, atau kita bisa membauat environment sehingga memperlambat pembusukan n menadi tetap harum n bersih.
Nah kita balik pada organ yg ada dlm pertanyaan anda.
Kebetulan organ ini memilki interaksi antara dlm tubuh n luar tubuh, maka walaupun dlm tubuh terdapat mekanisme pembersihan tetapi luar tubuh tdk menujang, n mendukung berkembangnya bacteria pembusuk, maka pembersihan nya menjadi tdk berarti.
Mekanisme pembersihan akan terpaut dg apa yg dikeluarkan oleh tubuh apakah lebih asam (memberikan kesempatan utk berkembangnya bacteria pembusuk) ataukah cukup basa utk membuat jaringan sekeliling sehat n baik, dg keasaman yg tinggi, dimungkinkan utk timbulnya jamur, kerusakan jaringan luar kulit jaringan lunak, yg semuanya kemudian akan membusuk, sebaliknya ke basa an yg tepat akan membuat jaringan sehat yg tdk mudah di jadikan jamur n membusuk.
pembusukan sebagimana pembusukan air bersih bisa terjadi di seluruh tubuh, misalnya di ketiak, selangkang, lipatan daging dipinggang, dada dlsbnya, jadi sebenarnya sebelum terjadi pembusukan n tdk bisa di tanggulangi oleh system pembersihan organ yg tersembunyi, daearah2 lain sdh terjadi juga yg mungkin diperbaiki dg menutupinya menggunakan deodorant atau parfume, yg sebenranya bukan menyelesaikan persoalan tetapi menambah permasalahan tubuh utk menghilangkan racun yg ditimbulkan oleh deo maupun parfume tadi.
Jadi memperbaiki kondisi bau taks edap tadi bukan melulu hanya harus konsentarsi pada bagian tersebut tetapi lebih tepat pada selruuh tubuh anda n bagaimana itu semua terjadi.
kalau kita hanya beroreintasi pada organ, maka sumber keasaman tdk diperbaiki, yg artinya pembusukan jaringan masih terjadi, pertumbuhan jamur yg merusak jaringan masih terjadi, n jaringan yg membusuk masih akan menyiarkan bau sama seperrti ikan asin case ke2, jadi ikan asin tapi baunya beda.
tentu saja organ berbeda dg ikan asin yg merupakan daging yg sdh mati celnya, karena jaringan adalah cel hidup yg berganti semntara ikan asin yg tinggal hanya membusuk.
Jadi apa penyebabnya?
dari dlm diri adalah derajad asam basa lingkungan tubuh, yg dipengharuhi oleh pola kehidupan, makanan, minuman, obat2, n bahan yg digunakan dari dlam tubuh, sementara dari luar tubuh terkait dg kebersihan, bahan yg digunkan, bahan2 pemati bacteria baik, n pengembang bacteria pembusuk.
Kalau bagaian tubuh lain mudah di kamuflase dg deo n parfume, maka bagian yg satu ini karena ada kereikatan dg oregan bagaian dlm tubuh tentu tdk semudah mengkamuflasenya.
Jadi cari n temukanlah di seluruh tubuh, tdk perlu dikamuflasekan agar mudah menemukan secara the whole body apa yg salah n diperbaiki.
hal luar tubuh lainya yg juga mrusak jaringan n membusukkanya adalah penggunaan peralatan yg dimasuk dari luar, misalnya yg sederhana adalah condom dg cairan pelicinya, bila anda jeli, cairan itu sendiri sdh berbau tdk sedap, bagaimana tdk bertambah tdk sedap bila di tambahkan ke lokasi tersebut?
Jadi penaggulanganya bukan dg antibiotik, anti jamur, atau mencuci O3, dstnya tetapi secra keseluruhan tubuh mesti diperbaiki agar diperoleh asam basa grade yg menyuburkan bacteria baik n mematikan bacteria pembusuk (paling tdk yg baik dominant dibanding pembusunya)
Semoga bisa dimengerti,
Sallam,