Hello,
Selama ini dari pada menghafal, saya lebih suka menerapkan analogi,
Nah soal ops ini juga begitu.
Saya menganalogi sbb:
laparas = dia lapar, jadi memakan, atau analogi diambil alias di operasi
Scopy = kecil halus, jadi di lobanginya kecil2 saja.
Jadi meskipun pekerjaan mengoperasi tadi membutuhkan sayatan dlsbnya, tapi dilakukan dlm lingkup lubang yg kecil, yg mao diambil disedot dg vacum yg kuat setelah dipotong.
Sementara Tommy, pasti lebih besar paling tdk sebesar jempol (tumb)
Jadi laparastommy adalah operasi dg sayatan yg besar, sehingga semua urusan membedah bisa dilakukan dg tangan n peralatan jepit sambung yg ada.
Nah baik si Tommy maupun si scopy kedua2nya mesti tau persis lokasi n apa yg mau diambil atau di potong, kalau tdk ya salah diagnosa salah analisa n salah potong kayak yg sering kita dengar di RS RS tertentu.
Dg dokter ahli yg sdh seolah Tuhan bisa menetukan umur org kalau tdk dioperasi maka katanya akan mati dlm 2hari, pada hal salah diagnosa.
Jadi, apapun itu, baik scopy maupun tommy, pre analisis sangat penting, membaca image scan sangat penting, melihat symptoms dg lebih luas dlm berbagai kemungkinan sangat penting, mengkaji kondisi patient sangat penting dibanding mendapatkan patient utk di belek agar mendapat honor dg dalih sesuai prosedur n membiarkan patient meninggal pun tetap tdk salah karena perlindungan organisasi n sepotong kertas persetujuan operasi yg mesti ditandatangani kerabat patient.
"Human is human, not an object" maka tanggung jawab ahli bedah bukan mencari pekerjaan supaya semakin banyak org di belek tetapi justru mempelajari apakah org tadi mesti dibelek benar atau tdk perlu dibelek utk membuatnya hidup dlm kedaan sehat??
So, pertanyaan anda ttg salah potong bisa terjadi pada keduanya baik si tommy maupun si scopy (yg bukan honda matic

)
Saya pribadi prefered no Tommy n no Scopy at all selama organ masih bisa memperbaiki diri.
Sallam,
Belum lama ini *njing laki saya di gilas kendaraan dijalan, pulang dlm kedaan kaki patah n tulang berada diluar paha, terpaksa harus dibedah.
Tulang saya potong sebagaian dg jaringan hanya di buka sebatas patahan.
saya masukan lagi tulangnya, saya paskan bagian yg patah, lalu luka dijahit, tanpa di gips.
sekarang sang *njing bisa berlari, ngesek, bermain, tanpa rasa sakit pada tulang yg disambung tadi, artinya bahwa tubuh sebenarnya bisa melakukan perbaikan sendiri tetapi karena tulang yg patah tadi sampai menembus kulit n jaringan paha, jadi mau n tdk harus dibantu agar bisa berada pada tempatnya.
saya bukan ahli bedah n sebetulnya anti pembedahan, tapi mesti dikerjakan karena sanga *njing butuh kehidupan, lain halnya kalau digilas n langsung pindah dimensi ya apa mau dikata bukan? (sukses story?

apa kesempatan dlm kesempitan berpraktek bedah?)