It appears you have not registered with our community. To register please click here ...

Penulis Topik: AIDS/HIV  (Dibaca 1561 kali)  Share 

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Renny Pratiwi

  • Pendatang
  • *
  • Join Date: Agu 2011
  • Tulisan: 6
  • Liked: 0
  • Lokasi: Surabaya - Indonesia
  • Reputasi: 0
  • Jenis kelamin: Wanita
  • OS:
  • Windows 7/Server 2008 R2 Windows 7/Server 2008 R2
  • Browser:
  • Opera 9.50 Opera 9.50
  • Profesi: Pelajar
AIDS/HIV
« pada: 07 Agustus 2011, 04:43:26 »
AIDS/HIV 
- AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) : Sekumpulan gejala infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oprtunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganannya yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum bena-benar bisa disembuhkan.
- HIV dan virus-virus sejenisnya, umumnya dutularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui serta bentuk kontak lainnya dengan cairan tubuh tersebut.
- Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang, biasanyadikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan. Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik, seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan.
- Pencegahan :
  • Hubungan seksual : Mayoritas infeksi HIV berasal dari hubungan seksual tanpa pelindung antar individu yang salah satunya terkena HIV, jadi harus menggunakan pelindung ketika hubungan seksual.
  • Terkontaminasi cairan tubuh terinfeksi : Pekerja kedokteran yang mengikuti kewaspadaan universal, seperti mengenakan sarung tangan lateks ketika menyuntik dan selalu mencuci tangan, dapat membantu mencegah infeksi HIV. Semua organisasi pencegahan AIDS menyarankan pengguna narkoba untuk tidak berbagi jarum dan bahan lainnya yang diperlukan untuk mempersiapkan dan mengambil narkoba (termasuk alat suntik, kapas bola, sendok, alat pengencer obat, sedotan, dan lain-lain). Orang perlu menggunakan jarum yang baru dan disterilisasi untuk tiap suntikan.
  • Penularan dari ibu ke anak : Penelitian menunjukkan bahwa obat antiretrovirus, bdah caesar, dan pemberian makanan formula mengurangi peluang penularan HIV dari ibu ke anak. JIka pemberian makanan pengganti dapat diterima, dapat dikerjakan dengan mudah, terjangkau, berkelanjutan, dan aman, ibu yang terinfeksi HIV disarankan tidak menyusui anak mereka.