Ok, sekarang mari kita bahas ttg pertanyaan anda diatas.
1.
merokok dapat menyebabkan saluran darah menurun?Barangkali maksud anda adalah penurunan distribusi darah keseluruh tubuh?
Bila demikian maka kita perlu melihat apa itu rokok n apa yg terjadi ketika kita membakar n menghirup asapnya.
Ingat kita bukan mengunyah tembakau, atau membuat teh darinya, tetapi kita bakar dg membara sebatang rokok yg kita hirup atau hisap asapnya melalui slauran kertas n berbagai bahan di dalamnya.
Jadi menarik utk dibahas.
Begini.
Secara mudah barangkali pada umumnya rokok akan terbuat dari daun tembakau kering, kertas, zat perasa yang dapat dibentuk oleh berbagai elemen seperti:
Carbon (C), elemen Hidrogen (H), elemen Oksigen (O), elemen Nirogen (N), elemen Sulfur (S) dan elemen-elemen lain yang berjumlah kecil.
Walau pun kecil element2 tadi bisa kita lihat pada gambar berikut:

Yg tergambar dg icon:

merupakan hal yg perlu diperhatikan dg baik;
Bahan2 penyebab cancer ini dihirup dlm formulasi bahan kimia sebagai (CvHwOtNySzSi).
Yg mana terbentuk dlm senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO.
Yg kalau kita pelajari dlm gugus organik akan sangat mempengaruhi perubahan cel2 aktif tubuh baik dlm element pembaharuan maupun perbaikan.
nah gelindingan element2 racun ini secara sadar dihirup n diikutkan dlm darah mengalir keseluruh tubuh, pada hal maksud menarik napas adalah mengikatkan oksigen dg unsur2 organik tubuh yg beredar dlm darah, bukan mengikatkan unsur2 organik tubuh kepada bahan2 beracun tersebut yg menjadikanya jauh dari kebutuhan penjernihan (beroksigen) tetapi ber oksidative.
Disamping gas2 tadi yg terebawa dalam darah, hasil pembakaran nikotine yg walaupun terkondesnasi sebagian di bagian filter rokok (bila berfilter) tetapi sebagian besar masih terbawa n mengalami kondensasi n melapisi bulir2 paru yg bertugas utk mengambil oksigen dari udara sehingga merusak bulir2 paru tesrebut n selanjutnya makin menghambat tercapainya pengikatan oksigen dari udara utk kebutuhan tubuh.
Jadi akan semakin kekuranganlah tubuh tadi dg oksigen n semakin banyaklah cel2 tubuh yg ter- oksidative tanpa bisa di kembalikan dg baik.
Dg demikian apa yg mau dilakukan bila saja asupan tubuh cukup utk membentuk darah yg sehat n memperbaiki pembuluh darah yg rapuh tetapi tubuh kekurangan elemen pengikat yaitu oksigen?
Anda lihat rumusan diatas CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO.
Berapa banyakkah oksigen (O2) yg terpakai utk mengikat elemen tdk perlu n beracun pada setiap komposisi ikatan yg terjadi? CO2 = 2, H2O = 1, NOx = x, SOx = x, dan CO = 1.
Nah bila kemapuan oksigen diikat dlm darah ketika disamperi dlm suatu volume pemasukan udara ke paru didistorsi dg sekian banyak elemen CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO yg perlu terikat dg O, maka bisa dibayangkan disamping memberikan elemen2 karsinogenik (yg menjadikan cancer n beracun ke dlm tubuh, juga dg sadar perokok mengurangi asupan oksigen bagi tubuhnya, padahal oksigen sangat penting bagi tubuh utk pembangunan n perbaikan jaringan tubuh termasuk di dalamnya pembuluh darah.
jadi jelas bukan bahwa
Merokok dapat menghambat saluran dlm artian pembuluh yg berubah tdk elastis karena tubuh tdk diberi bahan2 utk memperbaikinya mengeras n tersumbat n akibatnya flownya pun terhambat n menaikan tekanan darah tentunya.
Demikian juga karena yg terikat n terbawa adalah racun, sementara oksigen yg kurang, maka bahan2 yg harusnya terbawa bersama darah juga mengalami degradasi n pengrusakan akibat keterbatasan oksigen yg masuk dlm tubuh.
2.
penyakit apa yg kecanduan merokok?? Saya katakan penyakit hanya ada karena interference Bacteria atau virus yg merusak tubuh, sementara kecanduan bukan penyakit, karena sebenarnya secara sadar tubuh diracuni dg nikotine n bahan senyawa kimia secara berangsur n berkala terbawa dlm darah.
Lebih dari 3000 senyawa kimia yg secara sadar dimasukan kedalam tubuh melalui paru2 yg secara sadar juga dikeringkan baik secara langsung oleh asap maupun faktor kondensasi bahan2 seperti nikotine meracuni tubuh dg systematis n berkala menuju ke
kematian yg tidak singkatKenapa saya sebut tdk singkat kerana hasilnya memang tdk segera meninggal tetapi berlama dg gangguan tubuhnya sebelum meninggal.
Coba perhatikan hasil a/l yg dsiebut dibawa ini:
1. Penurunan tingkat harapan hidup perokok
Tingkat harapan hidup seorang perokok selama 25 tahun dengan 1-2 bungkus rokok perhari, berkurang 8,3 tahun dari bukan perokok dengan umur yang sama.
(Sedikit mungkin kalau hanya dilihat 8.3 tahun, tapi anda bisa belajar n mencapai nilai tingkat doctoral setelah SMA dlm kurn waktu tersebut)
Tingkat harapan hidup dari seorang bekas perokok menaik sesuai dengan lamanya dia berhenti merokok.
Setelah 10-13 tahun berhenti merokok tingkat resiko terkena kanker paru-paru menjadi sejajar dengan yang bukan perokok.
2. Gangguan pada jantung
Orang yang merokok lebih dari 20 batang rokok perhari memiliki resiko 6 kali lipat terkena myocardial infarction, dibandingkan dengan bukan perokok. Gangguan cardiovaskuler merupakan penyebab terdepan dari kematian di negara-negara industri. 30% dari semua kematian karena gangguan jantung berkaitan dengan akibat merokok.
3. Gangguan pada saluran pencernaan
Para perokok menderita gangguan pada saluran pencernaan 2 kali lebih tinggi dari bukan perokok.
4. Gangguan kehamilan
Ibu hamil yang merokok mengakibatkan kemungkinan kelahiran prematur, cacat dan daya tahan bayi lemah.
5. Gangguan pada otak
Gangguan cerebrovaskuler merupakan penyebab penting ketiga dari kematian di negara-negara industri setelah penyakit jantung dan kanker dan itu dipercepat jika seseorang mengkonsumsi rokok.
6. Gangguan pada sistem pernafasan
Kebiasaan merokok dapat mengakibatkan pembengkakan dan penyumbatan saluran pernafasan. Seseorang yang menunjukkan gejala batuk berat selama paling kurang 3 bulan pada setiap tahun dinyatakan sebagai pengidap bronchitis kronis.
Tingkat kematian akibat komplikasi bronkhitis dan emphysema bagi para perokok adalah 4-25 kali lebih tinggi dibandingkan dengan bukan perokok.
7. Penyebab kanker
85% dari semua kasus kanker paru-paru diakibatkan oleh rokok.
Orang yang merokok lebih dari 20 batang sehari memiliki resiko 15-25 kali mendapat kanker paru-paru dibandingkan dengan bukan perokok.
30% dari semua kematian yang disebabkan kanker berhubungan dengan merokok.
8. Gangguan pada pembuluh darah
Merokok, penyebab utama timbulnya penyakit arteriosclerosis yaitu menebal dan mengerasnya pembuluh-pembuluh darah yang membuat kehilangan elastisitas dan daya lenturnya (sdh dijelaskan diatas).
Dari 100 pasien yang menderita gangguan sirkulasi pada simpul-simpul bawah 99 orang adalah perokok.
9. Gangguan metabolik tubuh:
Kandungan oksigen dalam darah yang berkurang akibat merokok dapat mengurangi kemampuan berpikir.
Sebatang rokok akan mempercepat 15 kali lipat pukulan denyut jantung dalam satu menit.
Hal ini menyebabkan tekanan darah menjadi lebih tinggi dan mengurangi kemampuan paru-paru untuk melakukan tugasnya.
Akibat yang paling mematikan adalah serangan rokok pada jantung
Masih belum selesai karena ada dampak Kesehatan bagi Perokok Pasif yg juga perlu disebutkan:
Perokok pasif adalah orang yang tidak merokok tetapi ia menghirup asap rokok dari perokok pasif yang berada disekitarnya.
Diperkirakan kematian karena penyakit jantung akibat merokok pasif 10 kali lebih tinggi daripada kanker paru.
Satu studi pada perokok pasif ditemukan kasus 69% mata berair dan 25% iritasi tenggorokan, batuk, pusing saat terpopulasi asap rokok.
Jelaslah disini bahwa rokok selain meracuni tubuh si perokok juga meracuni tubuh orang lain yang tidak merokok dan tidak suka rokok.
Dari apa yg dipelajari diatas, dari point ke 9 tadi terangsang n hanya terangsangnya picuan debur jantung yg membuat sirkulasi darah lebih cepat dlm menangulangi kekurangan oksigen pada tubuh hanya bisa terpicu bila ybs secara berangsung bertambah n berkala memberikan asupan nikotine pada tubuhnya, jadi bukan kenikmatan akan rasa yg di rasakan oleh syaraf yg terjadi seperti kita memamakan buah, wah buah ini ranum dg keharuman yg khas, n rasa manis serta kesegaran yg didapat karena berperannya syaraf2 perasa, n terangnya otak merasakan rangsangan baik dingin harum, manis, segar tadi dari sang buah tetapi tubuh dipaksakan utk lebih bergiat walau banyak yg rusak akibat merokok tadi, sehinga seolah rokok berjasa memberikan kesegaran pada hal justru memberikan ketidak segaran yg bertambah seiring dg jumlah yg harus di masukan agar merangsang metabolisme tubuh agar otak mendapatkan cukup oksigen dlm ketebatasan utk bisa berpikir dg jernih, demikian juga dg tubuh.
Buktinya seorg dg sadar secara berkala menurunkan kadar asupan rookok atau bila bukan perokok berat secara langsung menghentikan rokok, akhirnya bisa merasakan kesegaran tanpa menghirup asap rokoknya.
Jadi Kecanduan yg terjadi lebih tepat disebut kerokokan yg terjadi karena bukan candu yg dihirup adalah akibat menurunnya fungsi tubuh yg perlu perangsangan dg jumlah asap terkomposisi dg nikotine n 3000an campuran bahan kimia yg sebenarnya tdk dibutuhkan tubuh tetapi dg sadar, akibat ikut2an, gaya, rasa hebat yg kemudian kerokokan n merusak tubuh sendiri.
Sallam,