Sumber :
http://www.medicalera.com/index.php?option=com_myblog&show=manfaat-kesehatan-yang-potensial-dari-makanan-yang-kaya-antioksidan.html&Itemid=314Mengkonsumsi makanan yang kaya antioksidan dapat membantu mencegah penyakit jantung, kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Antioksidan adalah nutrisi yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh kita dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas - molekul-molekul jahat yang menyerang sel-sel yang sehat. Para peneliti telah berspekulasi bahwa oksidatif, sel-sel stres yang merusak yang disebabkan oleh radikal bebas memberikan kontribusi dalam pengembangan banyak penyakit-penyakit kronis dan degeneratif, antara lain penyakit jantung dan beberapa penyakit kanker.
Tubuh kita menciptakan radikal-radikal bebas secara alami saat mereka memproses makanan, dan tambahan radikal-radikal bebas terjadi saat kita terekspos racun-racun di lingkungan kita (sebagai contohnya, pestisida dan radiasi), polusi-polusi (asap rokok, polusi air), sinar ultraviolet dan bahkan stres.
Meskipun anda tidak bisa sepenuhnya menghindari radikal-radikal bebas, tetapi memungkinkan untuk mengurangi kehadiran mereka dalam tubuh anda dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang tinggi antioksidan dan membatasi paparan anda terhadap racun-racun yang ada di lingkungan kita dan polusi jika memungkinkan.
Tidak semua sumber-sumber antioksidan diciptakan seimbang. Sebagai contohnya, banyak sekali penelitian-penelitian yang telah mendapati bahwa suplemen vitamin dan mineral yang mengandung antioksidan mungkin tidak menawarkan manfaat-manfaat yang sebelumnya mereka percayai. Faktanya, beberapa penelitian baru-baru ini telah menyimpulkan bahwa suplemen-suplemen dapat menghambat beberapa jenis pengobatan untuk kanker dan terapi-terapi lainnya. Para ahli tidak merekomendasikan untuk mengkonsumsi suplemen sebagai pengganti sumber-sumber makanan antioksidan. Makanan yang seimbang masih dianggap sebagai sumber terbaik dari nutrisi dan secara alami menghasilkan antioksidan-antioksidan.
Banyak penelitian telah menguji makanan-makanan yang mengandung antioksidan, dan meskipun perdebatan masih berlangsung sehubungan dengan kemungkinan manfaat-manfaatnya bagi kesehatan, para penelit terus mencari bukti-bukti yang mendukung teori bahwa sumber-sumber makanan antioksidan melawan penyakit jantung, pertumbuhan tumor dan bahkan melawan beberapa aspek penuaan.
Antioksidan dan penyakit kardiovaskular
Penelitian menyimpulkan bahwa antioksidan-antioksidan dapat menurunkan resiko terkena penyakit jantung dalam berbagai cara - dengan menghambat pengumpulan dan penempelan platelet-platelet dalam darah, dengan merintangi oksidasi dari kolesterol jahat (LDL), dan dengan menurunkan kolesterol dalam darah secara keseluruhan, menurut American Heart Association. Untuk jantung yang sehat, AHA merekomendasikan makanan yang seimbang yang meliputi berbagai jenis buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian utuh. Sebagai tambahannya, polyphenol-polyphenol dalam teh hijau dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol dan sebagai penanda stres oksidatif (sebuah kondisi dimana ada terlalu banyak radikal-radikal bebas dan tidak cukupnya antioksidan dalam tubuh).
Antioksidan dan kanker
Meskipun beberapa penelitian tampaknya memiliki hasil-hasil yang berlawanan, penelitian di laboratorium dan terhadap hewan yang patut dipertimbangkan menyimpulkan bahwa antioksidan-antioksidan dapat membantu mencegah kerusakan sel-sel yang disebabkan oleh radikal-radikal bebas yang terhubung dengan kanker, maka dari itu, antiokasidan-antioksidan tersebut melambat, dan bahkan kemungkinan berhenti, dan kanker pun berkembang, demikian menurut National Cancer Institute. Percobaan-percobaan klinis terus menyelidiki pengaruh potensial dari antioksidan terhadap kanker pada manusia. Makanan-makanan yang mengandung antioksidan yang terhubung dengan pencegahan kanker seperti catechin dan polyhenol lain yang ditemukan dalam teh, dapat membantu memperlambat pertumbuhan tumor dan dapat membantu mencegah kanker kulit dan usus besar; reservatol, yang ditemukan dalam kulit anggur merah, dapat membantu mencegah kanker paru-paru, payudara, kolorektal dan prostat; dan alpha-tocopherol yang meningkatkan kekebalan tubuh, yang merupakan bentuk dari vitamin E dalam gandum, minyak-minyak sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian, dapat menurunkan resiko terkena kanker paru-paru sampai lebih dari 50%, menurut para penelitian di University of Texas M.D. Anderson Cancer Center.
Antioksidan, Penyakit mata, Kehilangan penglihatan
Banyak sekali penelitian-penelitian yang telah menunjukkan bahwa enzim-enzim antioksidan seperti vitamin C dan E, karotin (terutama lutein dan zeaxanthin), dan zat besi dapat melindungi mata dalam melawan sinar biru yang berbahaya dari matahari. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Archives of Ophthalmology lebih jauh menghubungkan tingkat yang rendah dari makanan yang mengandung antioksidan dengan penyakit mata yang disebabkan karena usia tua dan kehilangan penglihatan pada orang-orang tua. Untuk membantu mempertahankan retina mata anda tetap sehat, pastikan makanan anda terdapat sayur-sayuran berdaun hijau, buah-buah sitrus, minyak-minyak sayur dan kacang-kacangan. Para peneliti juga menyarankan sumber-sumber makanan yang kaya antioksidan seperti blueberry, artichokes, dan kemiri yang dapat membantu mencegah mata anda dalam melawan degenerasi makular - yang merupakan penyebab utama kebutaan karena usia tua di Amerika Serikat.
Antioksidan dan penuaan
Lebih dari 8 tahun, Neuroscience Laboratory di Jean Mayer USDA Human Nutrition Research Center on Aging di Tufts University di Boston telah memimpin penelitian-penelitian inovatif akan pengaruh antioksidan pada kulit. Penelitian-penelitian ini telah menunjukkan bahwa makanan-makanan yang kaya antioksidan dapat memiliki potensi untuk mencegah penurunan akibat pertambahan usia pada kemampuan kognitif dan untuk mengurangi inflamasi senyawa dalam otak yang dapat menyebabkan kerusakan syaraf dan gangguan prilaku di usia tua. Beberapa penelitian di Amerika Serikat juga sedang mempelajari pengaruh dari makanan yang mengandung antioksidan seperti blueberry, acai berry, dan teh hijau untuk menentukan apakah makanan-makanan ini memiliki efek yang bermanfaat pada penyakit-penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Berita-berita terbaru mengenai antioksidan
Sebuah penelitian baru-baru ini oleh Institute of Food Research di Norwich, Inggris menyimpulkan bahwa antioksidan phenol yang non-ekstrak, yang dikenal sebagak polyphenol, mungkin sangat diremehkan. Penelitian ini memeriksa polyphenol non-ekstrak ini pada buah apel, persik dan nectarine (seperti buah plum). Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti saat ini percaya bahwa buah-buah ini mengandung polyphenol lebih dari 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan penelitian sebelumnya - yang mem-fokuskan pada polyphenol yang dapat diekstrak, berlawanan dengan yang non-ekstrak. Dalam berita mengenai antioksidan yang lain, para peneliti di University of Scranton, PA, mendapati bahwa kebanyakan sarapan sereal gandum utuh dan banyak cemilan-cemilan dari gandum mengandung jumlah polyphenol yang banyak dengan tingkat yang sebanding dengan antioksidan yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Dalam kategori cemilan, popcorn ditemukan mengandung polyphenol yang tertinggi persentasenya, diikuti dengan kraker gandum utuh.
Di luar perdebatan mengenai antioksidan, cara terbaik bagi anda untuk memperoleh manfaat dari makanan yang sehat adalah mengkonsumsi makanan yang seimbang yang rendah lemak dan banyak sayuran dan buah-buahan.